Musik
Musik menjadi salah satu elemen penting dalam breakdance, karena
para breakers tentu tidak akan bisa menari tanpa musik. Bahkan
kadang-kadang musik-musik yang seru dapat menjadi sebuah inspirasi
tersendiri bagi para breakers ini. Musik-musik dengan irama break beat
merupakan menu wajib di sini, yaitu dengan campuran musik-musik lain
seperti Jazz, Soul, Funk, Electro, Electro Funk, Disco, Hip Hop, sampai R&B.
Musik-musik ini tidak dibiarkan murni begitu saja, karena ada DJ yang
bertugas mengolah musik tersebut sehingga akan terdengar sangat serasi
dengan gerakan-gerakan yang ada.
Tempo pada musik yang dimainkan disini berkisar antara 110 hingga
135 beats per minute (BPM), sedangkan di Eropa untuk urusan musik
memang sedikit berbeda jika dibandingkan dengan Amerika. Kalu di
Amerika para breakers menggunakan black music untuk mengiri tarian
mereka, maka Eropa memilih jenis musik electronica dan rock untuk
mengiringi mereka. Musik yang berbeda tersebut menjadi sebuah warna
tersendiri di dunia ini, dan gerakan-gerakan yang mereka mainkan pun
terlihat lebih extreme dibandingkan dengan gerakan para breakers yang
menggunakan musik-musik pada umumnya.
Fashion
Bagi para breakers, selain musik, fashion atau wardrobe juga bagian
yang sangat penting, karena menurut mereka fashion merupakan identitas
diri mereka sendiri. Breakers pada tahun 1980'an memilih brand Adidas,
Puma atau Fila untuk sepatu yang mereka gunakan, karena sepatu dari
brand ini memiliki tingkat kelenturan yang sangat nyaman dan cukup
menunjang mereka dalam melakukan gerakan-gerakan pada tarian ini.
Beberapa breakers bahkan sengaja menggunakan topi, t-shirt dan sepatu
dengan brand yang sama sehingga terlihat lebih serasi. Sebagai aksesori
tambahan beberapa
Breaker membawa tape
sebagai pemutar musik. Pada akhir-akhir ini para b-boys juga sering
mengenakan kostum seperti b-boys pada era tahun 80'an, karena fashion
para b-boys pada tahun tersebut benar-benar sangat nyaman dan cukup
sederhana, sehingga mempermudah ruang gerak mereka.
Selain identitas dari para b-boys, ternyata beberapa atribut yang
mereka gunakan ini juga memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai pelindung
ketika mereka melakukan gerakan-gerakan yang cukup extreme. Walaupun
berfungsi sebagai pelindung, namun tetap saja bagian dari fashion ini
sangat menarik untuk diperhatikan dan tentunya tetap menunjang fashion
dari para b-boys tersebut. Headwear seperti helm skateboard atau topi
menjadi pelindung kepala mereka ketika melakukan gerakan headspins
(berputar dengan kepala sebagai tumpuan dan kaki diatas). Selain itu
bandana yang mereka kenakan pada kening mereka juga berguna untuk
menahan rambut mereka sehingga tidak menutupi mata mereka ketika sedang
menari.
Jika pada umumnya kita melihat dandanan para b-boys sangat mirip
dengan dandanan para jamers atau skateboarder, Anda tidak perlu heran
jika melihat para b-boys dengan dandanan a la punk atau gothic
sekalipun, karena sebenarnya hal itu sah-sah saja, karena fashion-lah
yang menjadi identitas mereka.
Indonesia pun nampaknya tidak kalah dalam jenis tarian ini. Beberapa
breakers di Indonesia juga pernah menjuarai kompetisi-kompetisi
breakdance yang diadakan di luar negeri. Perkembangan breakdance di
sini pun bisa dibilang cukup pesat, namun sayangnya beberapa breakers
masih kurang dalam urusan penampilan , seperti pemilihan tempat yang
salah untuk melakukan gerakan-gerakan anehnya, entah karena ingin pamer
atau memang tidak ada tempat lagi.